Kabupaten Bogor ( Macan berita.com)
Pungutan dimana mana begitulah yang tejadi di dunia Pendidikan , Apakah Aparat Hukum tidak berani menjerat pungutan yang membebani orang tua yang berharap dari Pendidikan anaknya menjadikan Negara secara umum menjadi besar karena generasi penerus yang berpendidikan minimal Tamat SLTA, atau disebut Wajardikdas 12 Tahun .
Tapi kenyataan semuanya hanya teori dengan aparat hukum dan yang bekerja mengawasi juga tidak melihat banyaknya aduan orang tua terhadap pungutan yang di ada-adakan untuk modus memperkaya diri sendiri dan kelompok. Termasuk SMKN 1 Cibinong yang diduga melakukan pungutan dengan alasan uang sumbangan pembangunan atau pendidikan . Dari wawancara yang dilakukan oleh Media dan LSM Leppansi dalam kunjungan ke SMKN 1 Cibinong , pungutannnya Fantastis , dan hal ini disampaikan ke Humas Yadi , dan Yadi mengatakan bahwa benar mereka adakan penjualan seragam di koperasi . dan pungutan sumbangan itu Humas tidak mengakui , dan hanya mengatakan itu kemungkinan uang yang diberi ke oknum agar bisa diterima di SMKN 1 Cibinong .
Kepala SMKN 1 Cibinong ini bernama Sugiyo SPd diduga pernah tersangkut kasus di SMKN 1 Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi dan malah di beri hadiah pindah ke sekolah lebih besar yaitu SMKN 1 Cibinong , Apakah ada permainan di D inas Pendidikan Jawa Barat , sehingga Punishment dan reward dibalik. malah memberikan reward ke yang bermasalah .
Kepala Dinas Pendidikan dan Gubernur Jawa Barat harus meninjau ulang Kepala SMKN1 Cibinong , yang tertutup dan sulit ditemui , adakah yang disembunyikan karena sesuatu hal ? LSM Leppansi sudah meminta aparat Hukum menindak lanjuti Laporan Pungli SMKN1 Cibinong ini.
Kepala KCD selalu bersembunyi dari konfirmasi , bila ditemui selalu tertutup dan sibuk , padahal laporan di masyarakat juga pekerjaan KCD yang tidak beres , dan menjadikan masyarakat korban pungli oknum kepsek . ( E.N )
![]()















































