Kabupaten Bekasi ( Macan Berita.com)
Semakin canggih cara cara oknum pejabat untuk diduga mencoba mengambil uang negara ( Korupsi ) dengan cara tidak benar seakan akan benar. Temuan ini dikatakan oleh ketua LSM Leppansi dalam menyikapi harga Proyek SOR Terpadu yang sebelumnya dianggarkan 9 Milyar . Dan yang aneh adalah Konsultan Perencanaan ditanyakan siapa PT atau perusahaan nya Kadisbudpora tidak menjawab transparan , karena di 3 kecamatan yaitu Sukatani dan Cibarusah juga Tarumajaya sama harganya atau biayanya Rp 9 Milyar bulat benar. Apakah mungkin biaya sama dengan wilayah berbeda ? Konsultan lain yang kami tanyakan mengatakan Tidak mungkin sama bang , karena banyak indeks yang berbeda dalam penghitungan proyek dilain lokasi , termasuk kedekatan dengan lokasi pengiriman , wilayah yang berbeda pasti tantangan yang beda juga . sehingga DED nya dicurigai tidak Valid ketika ditanyakan siapa konsultannya , Tidak dijawab lewat surat balasan ke LSM Leppansi , kata ketua LSM E.N yang juga seorang Insinyur teknik .
Alasan Efisiensi dari Presiden Prabowo , padahal proyek tersebut sudah di rencanakan dari setahun sebelumnya lewat DED seharusnya , kok asal asalan dalam mengajukan anggaran dan bisa disetujui oleh Badan anggaran DPRD lolos dan Bupati juga lolos.
Betapa Mudahnya coba coba menilai nilai proyek padahal Konsultan perencanaan sudah jelas dalam ajuan nya ? seperti Copy paste buat anggaran yang sama ?
Hal ini akan di laporkan ke Penegak Hukum jika tidak ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan Kadisbudpora I.N kabupaten Bekasi . (YHN )
![]()

















































