Kabupaten Bekasi, ( Macanberita.com )
Beberapa SMAN di Kabupaten Bekasi Mempraktekkan tidak mau membalas setiap surat klarifikasi dari media dan LSM yang terus menyoroti anggaran dana BOS tahun 2020 kemana saja dipakai dan kenapa begitu mudahnya terserap walaupun Covid 19 masih membuat Belajar tidak Tatap muka. Wajar jika dilihat dari laporan Pertanggungjawaban tahun 2020 dicurigai jadi ajang Korupsi Kepala Sekolah sampai oknum Pejabat Dinas Pendidikan yang bertanggungjawab terhadap SPJ tersebut.
SMAN 5 Tambun Selatan diduga memakai uang dana BOS untuk masa Covid habis uangnya terpakai ,padahal hal hal yang tidak ada dan kurang penggunaannya seperti Tidak menggunakan alat kebersihan seperti normal, rapat pakai zoom , Perjalannan dinas kurang , pengembangan perpustakaan kurang ,kegiatan pembelajaran dan ekskul pasti kurang, administrasi kegiatan sekolah yang memakai kertas,pulpen,fotocopi,dan cetakan kertas,kop surat , pemeliharaan saran dan prasarana sekolah seharusnya turun tapi kenyataan semuanya normal terserap , jadi dicurigai apakah betul di adakan ,dilaksanakan ,di beli dan lain lain.
Melihat Laporan Pertanggungjawaban SMAN 5 Tambun Selatan Dimasa Covid dengan belajar sistem daring , Diduga terjadi ke anehan dalam laporan Anggaran Sekolah Tahun 2020 yaitu Pengembangan perpustakaan Rp Jutaan Tahap 1 ditambah Rp Jutaan Tahap2.- ditambah Rp Jutaan Tahap 3.- fantastis sekali kata Fernando ketua LSM Leppansi , ” ini patut di audit ulang oleh inspektorat jangan main- main ini bisa masuk korupsi bila laporannya fiktif , masa ada pengadaan begitu besar pada saat orang tiarap semua ,anggaran di hemat untuk Covid.”
Juga menjadi Sorotan adanya kecurigaan Laporan pengadaan alat multimedia yang diduga menunjukkan alat alat yang lama ada digudang ,Inspektorat harus jeli melihat audit ini , tiap tahun alat yang di beli itu itu saja , menurut narasumber yang kami rahasiakan mengatakan banyak Kepala Sekolah mempraktekkan bahwa alat itu itu juga yang di audit .untuk itu perlu audit ulang dib erikan akses ke LSM dan Masyarakat yang curiga permainan oknum inspektorat dan ,bendahara dan Kepala Sekolah.
Pengadaan alat multimedia di SMAN 5 Tambun Selatan dimasa Covid belanja Rp Jutaan Tahap 1. ditambah Tahap 2.- ditambah Tahap 3.- sungguh fantastis laporannya ,tapi dilaksanakan tidak? ,kata Fernando ,ada alatnya tidak? ,tumpang tindih tidak alatnya dengan audit tahun lalu lalu? semuanya kecurigaan ini hanya bisa diatasi dengan keterbukaan publik dan akuntabel dapat diaudit ulang. Untuk itu LSM Leppansi telah mengirimkan Surat ke SMAN 5 tambun Selatan atas dugaan keanehan laporan di masa Covid terpakai semua uang negara dengan lancar dan aman sentosa.
Tetapi Jawaban SMAN 5 tambun Selatan lewat surat balasan tanggal 18 Mei 2021 ditanda tangani oleh Kepala Sekolah menjawab dengan standart tanpa menjelaskan dan mengundang untuk pembuktian mengatakan jawaban a. Bahwasanya Sekolah kami telah melaksanakan Penggunaan Anggarandari BOS dan BOPD sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan baik dari Pusat maupun Propinsi. b. Pertanggungjawaban anggaran juga sudah kami laksanakan dan selesaikan setiap tahunnya secara kedinasan,dengan tidak menimbulkan catatan atau masalah.
Dilihat dari jawaban tersebut SMAN 5 Tambun Selatan tidak menjawab apa yang ditanyakan langsung fokus ke hal hal apa saja yang di duga oleh masyarakat atau LSM menyimpang kata Fernando , sambil menutup pembicaraan Rabu (29/7) ketua lsm tersebut seperti pepatah mengatakan Tidak ada Kejahatan yang tidak meninggalkan jejak. ( E.N )
![]()

















































