Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
Gubernur Ridwan Kamil pada saat Kampanye begitu semangatnya menggratiskan Biaya Sekolah SMA dan SMK se Jawa Barat , tetapi sekarang malah Kepsek Bebas Pungut sana sini yang diduga memperkaya diri dan golongan . Gubernur dianggap lupa dengan janjinya atau hanya pemanis saja saat kampanye setelah itu lain lagi kenyataan.
SMK Negeri di Kabupaten Bekasi memberikan hadiah setelah Covid penderitaan baru yaitu dengan Pungutan liar uang bangunan yang di bumbui oleh Komite . Hasil Investigasi memperlihatkan dugaan ketidak manusiawi-nya kepala sekolah dan Komite dengan alasan untuk keperluan belajar padahal Pemerintah baru membolehkan 50 persen Daring dan Tatap muka tapi biaya penuh .
SMKN 2 Cikarang Barat dengan Hasil Wawancara yang viral di Youtube dengan Pungutan Uang Bangunan kelas 10 sebesar Rp 3,5 Jutaan yang dikepalai oleh Plt Untung yang perlu dipertanyakan niat mencari untung atau sebaliknya. LSM Leppansi mengupload wawancara pungutan tersebut di youtube agar masyarakat bisa menilai niat dari Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan Propinsi yaitu Kadis , maupun Gubernur Ridwan Kamil.
Seragam Rp 1,7 juta saja sudah terjadi diduga pelanggaran penggelembungan harga dan melanggar karena dijual didalam lingkungan sekolah . Banyak sorotan dari orang tua menganggap Kepala sekolah dan komite dan juga Pejabat Berwenang tidak peka kesulitan masyarakat masih pandemi. Salah seorang pengamat LSM Leppansi mengatakan akan melaporkan ke Polisi dan Kejaksaan dan bila perlu ke Presiden akan kami halangi Dugaan ketidakmanusiawian pihak sekolah dan komite di SMKN kabupaten Bekasi khususnya kepala sekolah Untung.

Beberapa Penggiat LSM bersiap akan melakukan demonstrasi ke Dinas Pendidikan Propinsi dengan semakin merajalelanya pungli di sekolah SMK khususnya. Tunggu saja kata Edo gerakan LSM dan masyarakat akan membuat semuanya terbuka dan membuat malu mereka pengambil kebijakan Pungli tersebut ( 13/11) ( E.N )
![]()















































