Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
Nopri sebagai Kepala Sekolah sangat sulit ditemui untuk klarifikasi Pungutan yang memberatkan dimasa Covid ini masih sempat sempatnya. Kepala Sekolah ini yang selalu dapat sekolah besar tidak diketahui apakah karena prestasi atau faktor lain . Dinas Pendidikan Propinsi diminta jangan main main dengan dugaan jual-beli jabatan dilingkungan SMKN Kabupaten Bekasi , Karena Setiap ada kekosongan selalu enggan mengisi dengan Kepala sekolah dalam daftar antri , Lebih cenderung membuat rangkap jabatan sebagai Plt ( Pelaksana Tugas) seperti SMKN 1 Tambun selatan , SMKN Tambelang , SMKN Cikarang Utara, SMKN 2 Babelan dll.
Nopri sebagai kepala Sekolah bertanggung jawab atas pungutan yang dilakukan atas nama komite sebesar 1,6 juta-an dan seragam 1.1 juta-an . Diduga pungutan seperti ini rawan untuk di korupsi oleh Kepala Sekolah dan Komite kata Edo Ketua LSM Leppansi karena lemahnya audit dan pengawasan oleh pengawas internal dan eksternal seperti sosial kontrol. Keengganan Kepala Sekolah yang melakukan Pungli, Diduga karena mengusik jalannya untuk dugaan korupsi , mendiamkan lebih baik daripada bicara transparan karena takut terekspos dan salah-salah bisa ditegur atasan dan dihukum penjara bila sudah viral.
Melalui Wawancara siswa dan orang tua di lingkungan SMKN se-Kabupaten Bekasi banyak Pungutan tetapi KCD diam saja sebagai Cabang dinas apakah mendukung atau menolak ,bisa dinilai sendiri kata Edo Ketua LSM Leppansi yang menyoroti kinerja KCD dan Dinas Propinsi yang buruk dalam penanganan Pungli dan Mutasi cenderung diduga bisa dijual beli , Karena Selalu Kepala Sekolah yang itu-itu saja yang dapat sekolah besar , dan tidak profesional , Unsur kedaruratan apa yang dialami Kepala Dinas sehingga mengangkat dan memutasi membiarkan sampai bertahun-tahun dan setiap enam bulan diganti Plt , Jika bisa pegang dua sekaligus , Ketua LSM Leppansi itu dalam komentar-nya mengatakan Gubernur Ridwan Kamil akan di surati agar membuat rangkap jabatan kepala Dinas juga bisa , Karena Kadis Pendidikan Propinsi juga melakukan hal itu ke Kepala Sekolah SMKN. Tunggu Surat Kami kata Edo LSM Leppansi, minggu ini masalah ( rangkap-rangkap diduga bagi bagi)akan dilaporkan ke Gubernur RK , supaya kerja Benar Kadis Pendidikan dan bawahannya ini semua. (Red)
![]()















































