Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
Pada Awal Menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda membuat suatu gebrakan penseragaman warna sekolah di Kabupaten Bekasi dengan mengeluarkan Surat Keputusan dan Himbauan agar semua sekolah memberikan warna Cat Hijau dasar dari lantai dan Putih atau Krem untuk diatas , sehingga tidak ada yang memberikan warna di selerakan dengan Pribadi atau golongan Partai atau Bebas dari Politik.

Dalam Kunjungan LSM dan Media macanberita ke SMPN 5 Cibitung menemukan beberapa catatan kurang terurusnya sekolah ini mulai dari warna Cat masih cat lama , tidak mengikuti SK Kadis pengecatan sekolah, dan atap sekolah yang plafonnya tergantung gantung di halaman depan , dan diduga Kepsek Puji Astuti kurang melibatkan Wakil wakil Kepala Sekolah dalam Pengambilan Keputusan sesuai Tupoksi Wakasek masing masing.

Dijawab oleh Puji Astuti Sebagai Kepsek ” saya masih prioritaskan perbaikan yang lain bang , seperti ada atap yang rusak dibelakang sana. Dan ditanyakan selama ini Biaya Perawatan Sekolah kenapa Tidak menganggarkan Perintah Kadis Pendidikan pewarnaan Sekolah seragam , malah menjawab seakan mengatakan Kadis Carwinda belum pernah ke sini . Dapat di asumsikan kata AH, dari LSM KOREK Kepala Sekolah ini dalam menjawab pertanyaan tadi seharusnya melibatkan Wakasek Sarana Prasarana, ini malah dijawab sendiri, menunjukkan semuanya dikerjakan sendiri dan salah satu kesan yang muncul diduga Kepsek mengelola Anggaran Sendiri Tidak melibatkan Wakasek Sesuai Penentuan RKAS tahun 2021. Rapat Dewan Guru dalam penentuan RKAS tahun 2021 dilaksanakan tahun 2020 akhir, dan RKAS memasukkan kebutuhan tiap Wakasek Sarpras seperti Pengecatan Sekolah, perbaikan Atap plafon , dan di Wakasek kurikulum adalah Makan minum dan penentuan Ekskul apa saja dan Guru Pembina Ekskul dan Honor nya, dan wakasek Humas seperti Makan Minum Untuk kegiatan hari hari Besar, Menerima Tamu dan Rapat pembinaan dengan Orang tua , dan sekitarnya baik pihak kepolisian dan aparat desa ,puskesmas dll. Wakasek kesiswaan seperti Pembinaan siswa dan Guru Bimbingan dan konseling dan makan minum untuk kegiatannya . Tetapi ditemukan Puji Astuti Diduga kurang Cakap melaksanakan atau memang Diambil sendiri Anggarannya tanpa memberikan wewenang tiap Wakasek punya anggaran sendiri mengelolanya.
Dari Kunjungan tersebut diduga Kurangnya perhatian Kepala Sekolah ini terhadap masukan dari LSM dan Media yang mengkritik Biaya Perawatan Sekolah yang tidak kelihatan wujud fisiknya , apalagi Di Pintu Masuk saja menghidangkan tampilan atap yang bocor dan plafon menggantung retak , dan tidak adanya penghijauan di halaman depan , padahal Kepala sekolah Wanita yang pada saat dikunjungi mengemudi Mobil CRV sedikit mewah, dan diduga Kepala Sekolah ini merasa Benar melaksanakan Kerjanya.
LSM Leppansi dan LSM KOREK akan melaporkan Kepala Sekolah ini setelah investigasi Biaya Perawatan Besar tapi mengecat warna Sekolah saja tidak prioritas padahal itu perintah Kadis pada program Baru Menjabatnya .

Di tanyakan PIP juga Kepala Sekolah ini , Kurang Memberikan Jawaban jelas Kenapa Orang Tua Penerima PIP tidak diberitahukan bahwa ada pencairan tanggal 5 Agustus 2021 sebanyak 16 Orang . Dan belum memberikan Surat Rekom pengambilan PIP dalam arti Terkesan lambat dalam membantu informasi ke orang tua dapat PIP . ( E.N )

![]()
















































