Kabupaten Bekasi ( Macan Berita
.com)
Habis sudah harapan orang tua mengadukan kesulitan mereka melayani uang jalan jalan atau disebut Studi kampus ke Yogya , atas nama kebutuhan siswa atau keuntungan kolektif? Ini yang membuat orang tua merasa himpitan ekonomi harus mencari uang Rp 1.480.000.- ke UNY dan UGM yang di habiskan hanya 2-3 hari. Padahal kebutuhan makan saja sudah bisa kami pakai duit tersebut selama dua minggu . Jadi Kebutuhan tersebut setara dengan uang belanja keluarga selama 15 hari atau setengah bulan.
Humas SMAN 1 Cikarang Pusat terkesan sibuk dan kurang mau melayani konfirmasi dan selalu sulit menghadirkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Pusat Sayuti SPd yang sama-sama terkesan lempar batu sembunyi tangan . Selesai melakukan dugaan pungli selanjutnya bersembunyi. Banyak praktek mencari keuntungan dari Program Sekolah , Ada apa kepentingan Jalan -jalan siswa program sekolah di hubungkan dengan keuntungan Kepala Sekolah yang didapat dari fee ataupun Suap? atau Penggelembungan harga ?atau juga menerima Uang karena memanfaatkan jabatan Kepsek , atau Memanfaatkan Jabatan dalam menerima fee ?
Penegak Hukum dan Atasan seperti melakukan pembiaran atas dugaan perilaku korupsi ini , Apakah karena mereka sanggup bayar atas anaknya yang sekolah , jadi tidak berat bagi mereka membayar uang Rp1.480.000.. Tapi sebagai Penegak Hukum harus menjalankan amanah sebagai penjaga keadilan , apakah ini korupsi atau tidak banyak cara penegak hukum memberantas hal ini tapi tinggal kemauan saja perlu.
Sayuti terkesan kurang berprestasi tapi selalu dapat sekolah besar , apakah Atasan buta mata dan telinga melihat ini , kata LSM Leppansi dan LSM Macan habonaron . Sayuti berasal dari SMAN 1 Kedungwaringin prestasinya biasa saja dibandingkan Kepala Sekolah Sekarang di SMAN 1 Kedung waringin banyak perubahan di cetak Kepsek asal Cirebon ini. lalu pindah ke SMAN 1 Cibitung , sama saja kurang berprestasi baik, malah sering di beritakan ke gagalan dan prestasi buruk nya mulai tidak perduli dengan keadaan fisik sekolah yang buruk, alias kurang perhatian terhadap pos sekuriti dan ruang kelas dan tempat parkir yang amburadul.
Kata LSM Leppansi siapa oknum dibalik Sayuti sehigga diduga mulus naik kelas walaupun kurang berprestasi.( Red )
![]()















































