Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
BOS daerah yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi LSM Leppansi dan LSM LAKI menemukan banyak kejanggalan dalam laporan realisasi dan programnya yang banyak dianggap pemborosan.
Pembelanjaan ATK dan bahan bahan lainnya banyak menyedot uang dengan total Rp 14,6 juta ditambah belanja pulpen dan buku siswa penerima PIP Rp 20,460.000.-ATK kantor 23,3 juta dan juga diulangi untuk ATK lagi Rp 17,8 juta,belanja peralatan listrik Rp 16,8 juta, peralatan olah raga fantastis Rp 46,7 juta
Sewa kendaraan outing class Rp 45 juta dan belanja sewa komputer Rp 26,250 juta dan belanja alat kantor laser pointer paper shrader Rp18,2 juta, belanja TV android Rp 14 juta , belanja Hard disk Rp 10 juta
Yang paling aneh ada lagi belanja perjalanan dinas untuk studi kenal wilayah outing class Rp 11,7 juta , belanja perjalanan dinas dalam Kabupaten Rp 40,9 juta .
Jika dilihat perbelanjaan BOSDA ini mungkin saja adanya anggaran double di BOS pusat dan BOSDA, kedua bisa dipastikan belanja makan minum masih juga bisa di lapor dan diterima oleh dinas sebagai sesuatu pengeluaran yang wajar , padahal dalam peraturan menteri keuangan makan minum tidak bisa lagi sebatas itu adalah sudah dibayar gaji untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Ketiga Adanya harga yang mahal Televisi Rp 14 juta , padahal harga e katalog Rp 5-6 jutaan, dan aneh lagi sebagai dugaan korupsi adanya perjalanan dinas untuk survey outing class 11,7 juta.
Kepala Sekolah SMPN 4 Cikarang Utara , menjawab semuanya terealisasi tanpa mau menunjukkan bukti pelaksanaan dan barang yang di belanjakan .
Dalam BOSDA ini dapat disimpulkan lemahnya pengawasan dari penegak Hukum dan Inspektorat dalam mengaudit yang baik untuk menemukan kerugian Negara yang timbul , masa sih LSM dan media lebih pintar mencari kerugian Negara daripada mereka Aparat Negara yang digaji untuk menjaga kebocoran uang Negara , kata Subhan Sekjen LSM LAKI . ( E.N )
![]()















































