Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
Tidak Putus Putusnya Untung sebagai Kepala Sekolah melakukan Dugaan Pungli dari Orang tua Siswa , dengan dalih Uang Sumbangan Bangunan, dan dipadu dengan seperti Uang sekolah tapi di Cicil. Semua Pungutan ini dilakukan apakah benar , Kepala KCD Wilayah III tidak memberikan Tanggapan atas WA ( Wattsap) dari Macanberita.com.
Sewaktu Mendatangi Sekolah ini macanberita menanyakan siswa dan salah satu siswa mengatakan bahwa dia penerima KIP ( Kartu Indonesia Pintar ) tapi diambil uangnya untuk sumbangan Uang Bangunan. Nama Siswa sengaja kami rahasiakan karena dapat menjadi Sorotan kepala sekolah yang merasa malu. KIP adalah program presiden dalam hal ini pemerintah untuk siswa Miskin disubsidi. dan SMKN 1 Cikut ini sangat tega mengambil uang orang miskin, padahal jelas didalam peruntukannya Uang KIP ini hanya untuk membantu biaya personal siswa miskin ini supaya dapat membeli perlengkapan sekolah dan lainnya mendukung Dia dapat sekolah dibantu oleh pemerintah. dan didalam Perhitungan Anggran dari pemerintah baik itu dana BOS dan BOPD semuanya membebaskan siswa dari kewajiban yang membayar karena sudah di bayar pemerintah dengan kelebihan 20 persen setiap perhitungan. yaitu 20 persen siswa miskin dan toleransi perhitungan selalu 80 persen yang katual karena siswa miskin ini di bebaskan iuran apapaun .
Untung Sebagai Kepala Sekolah harus bertanggung jawab atas Dugaan Pengambilan Uang siswa miskin ini, kata Edo LSM Leppansi sewaktu menjanjikan akan mengusut hal ini dan akan melaporkan ke yang berwajib.
KCD sebagai pengawas dan atasan Kepala Sekolah ini mengatakan ” Tolong berikan Buktinya supaya saya panggil beliau ” tapi setelah diberitahukan KCD malah diam tanpa ada tindak lanjut yang jelas atas Pungli Uang KIP untuk Uang bangunan. LSM Leppansi akan melangkapi Laporan Ke Polisi terkait hal ini dan akan memberikan laporan ke Menteri Pendidikan atas buruknya kinerja Pemerintah Jawa Barat Khususnya Pendidikan ber” Pungli “. (E.N )
![]()















































