Kabupaten Bekasi ( Macanberita.com)
Beberapa Pemerhati Pendidikan Kabupaten Bekasi mendesak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera mengganti Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat DS, karena tidak mampu menjalankan pendidikan Gratis untuk SMK dan SMA di Jawa Barat. Pungutan menggila di SMKN Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, Ragam alasan dengan Komite diduga meraup uang untuk kegiatan fisik yang tidak relevan dilaksanakan untuk masa Pandemi ini.
LSM dan Beberapa paguyuban Media mencoba mengangkat pungutan ini untuk membuka Tabir “Permainan” Pejabat Dinas dan Kepala Sekolah dan Komite yang dianggap proyek tahunan, Apakah untuk memperkaya diri atau terealisasi semuanya dianggap menghisap keringat dan darah orang tua siswa.
Kabid SMK Disdik Propinsi Jawa Barat yang dimintai pendapatnya masalah Pungli ini , di WA tapi tidak memberikan komentar ,atas laporan keluhan Pungli yang menggila di SMKN Kabupaten Bekasi. Beberapa Pejabat Kantor Cabang Dinas yang ditemui juga tidak memberikan komentar yang sama .Kepala SMKN 1 Cikarang Se
latan Nopri , Kepala SMKN 1 Cikarang Pusat Hoyadi , Kepala SMKN 1 Cikarang Utara dan Plt SMKN 2 Cikarang Barat Untung , dan SMKN 1 Cibarusah diduga Pakai Taktik “Hit and Run” yaitu berbuat Pungli lalu lari dari transparansi dan akuntabel. KCD sebagai atasan membiarkan dan sama saja kata Edo dari LSM Leppansi mengomentari taktik Hit and Run tersebut.
Beberapa LSM lewat ketua DPC nya mengatakan kepada macanberita ” Kami akan memberikan “Viral ” dan Laporan ke Penegak Hukum atas dugaan Pungli di era Gubernur RK ini oleh dinas Pendidikan. Gubernur RK dikatakan harus membuktikan perkataannya dan janji janji Kampanyenya , jangan hanya manis dibibir saja kalau mau dipilih lagi di Jawa Barat.( YHN )
![]()















































